RSS

PT.GLOBAL QUALITY INDONESIA CABANG MEDAN

PT.GLOBAL QUALITY INDONESIA CABANG MEDAN

PT.Global Quality Indonesia Merupakan Perusahaan yang bergerak di Bidang kalibrasi.
PT.Global Quality Indonesia Sudah memiliki ISO 17025 dan sudah terdaftar di KAN dengan no LK-057.
Tak Hanya itu kami memiliki LABORATORIUM KALIBRASI sendiri, sehingga kami pun melayani pengKALIBRASIan Instrumen alat LABORATORIUM diantaranya :

Alat Ukur DIMENSI (Micrometer, caliper, dll)
Alat Ukur SUHU (Termometer, termokopel, dll)
Alat Ukur MASS (Timbangan dan batu timbang, dll)
Alat Ukur Flowmeter
Alat Ukur Electrical
Alat Ukur Pressure
Alat Ukur Hardness
Alat Ukur Compression Machine (UTM)
Alat Ukur TIMER
Alat Ukur Torque
Alat Ukur Volumetric
Alat Ukur Instrument
Etc

Untuk info lebih lanjut silahkan hubungi kami di kontak :
0852 0000 8820
0852 2169 0077

Dengan senang hati kami akan membantu anda. Atau kirim email permintaan penawaran mengenai pelatihan,konsultasi, dan kalibrasi ke alamat email berikut :

andriandreas.globalquality@yahoo.com

Advertisements
 
1 Comment

Posted by on August 12, 2016 in Ruang Lingkup kalibrasi

 

10 Hal tentang USB 3.0

1. Apakah USB 3.0?
USB 3.0 adalah pengganti USB 2.0 yang telah lama ditunggu. USB 2.0 sudah sejak hampir satu dasawarsa merupakan interface standar dalam PC dan notebook. Tahun 1996 USB telah dikembangkan sebagai koneksi antar komputer dan perangkat periferial yang praktis. Saat itu masih digunakan koneksi serial dan paralel.
Sukses baru dicapai dengan USB 2.0. Data mengalir dengan kecepatan transfer hingga 480 MBit/detik, perangkat dapat dicabut-pasang saat PC dioperasikan. Dan berkat suplai listrik terintegrasi banyak perangkat seperti USB-flashdisk atau webcam tidak membutuhkan power-supply sendiri.
Satu-satunya kelemahan: Sekarang ini 480 MBit/detik (dalam prakteknya jarang di atas 300 MBit/detik) tidak lagi memadai. Karena itu tahun 2007 Intel menjanjikan USB 3.0 yang selesai November 2008.
USB 3.0 mengatasi masalah ybs: Data mengalir dengan kecepatan hingga 5 GBit/detik – 10 kali lipat USB 2.0. Teknik serupa kini juga tersedia untuk transfer data serial, yang juga digunakan pada interface serial lainnya seperti PCI-Express dan SATA.

2. Apakah USB 3.0 akan digunakan untuk waktu yang cukup lama atau tak lama lagi akan ada penggantinya?
Seperti USB 2.0, USB 3.0 juga akan menjadi interface standar dalam semua bidang elektronik – dengan demikian akan digunakan selama beberapa tahun. Namun tidak akan semudah itu bagi USB 3.0:
Secara umum semua kabel akan diupayakan diganti dengan koneksi nirkabel. Standar nirkabel tertentu – seperti WirelessHD untuk transfer content audio dan video HD – saat ini telah mencapai 3 GBit/detik. Tahun-tahun mendatang kecepatan ini akan mengalami banyak peningkatan.
Selain itu Intel yang merupakan kekuatan pendorong di balik semua spesifikasi USB menciptakan saingan sendiri: Tahun ini juga akan keluar sebuah interface optis baru dengan codename ‘Light Peak’ yang menawarkan kecepatan data hingga 10 GBit/detik. Jadi akan menegangkan bagi USB 3.0.

3. Apakah PC saya tepat untuk menggunakan USB 3.0
Bila Anda tidak ingin segera membeli mainboard baru, tetapi ingin pindah ke USB 3.0, dibutuhkan sebuah controller-card yang hanya tersedia untuk PCI-Express 2.0 (mulai 30 Euro). Bagi Anda yang tidak memiliki PCIe-slot pada PCnya (angkatan sebelum 2005), tidak perlu berharap pada USB 3.0.
Namun dengan hardware baru pun sering hanya tersedia interface PCIe 1.0. Di sini controller-card memang dapat digunakan, tetapi kecepatan penuh tidak tercapai. Triknya: Masukkan controller-card ke dalam graphic-card PCIe 4x, 8x atau bahkan 16x. Dengan itu Anda mencapai kecepatan penuh.

4. Apakah pindah sekarang menguntungkan?
Walau pun USB 3.0 baru beberapa minggu tersedia di pasaran, harganya tidak mahal. Namun ada pembatasan-pembatasan, sehingga kecepatan penuh SuperSpeed tidak dimungkinkan. Bila Anda senang membeli hardware baru atau menginginkan kecepatan transfer sangat tinggi tanpa SATA, tersedia perangkat-perangkat USB 3.0 pertama yang tidak terlalu mahal.
Bagi pengguna lainnya, lebih baik menunggu: Tak lama lagi (semester ke 2 tahun ini) USB 3.0 akan tersedia pada banyak mainboard dan notebook melalui integrasi ke dalam chipset Intel, nVidia dan AMD. Harddisk eksternal dan USB-flashdisk akan tersedia dengan harga murah dan controller-chip generasi ke 2 tidak perlu lagi menghadapi masalah kecepatan seperti sekarang ini.

5. Apakah perangkat USB lama juga dapat dipasang pada port USB 3.0?
SuperSpeed-port yang baru sepenuhnya kompatibel ke bawah. Selain tingkat kecepatan baru SuperSpeed (5 GBit/detik) juga didukung LowSpeed (hingga 1,5 MBit/detik) dan FullSpeed (hingga 12 MBit/detik) yang telah digunakan pada USB 1.0, HighSpeed (480 MBit/detik) dari USB 2.0 tanpa pembatasan.
Karena port tipe A yang sering ditemukan pada PC dan notebook tidak berubah bentuk, steker lama tetap dapat dipasang. Perangkat USB 2.0 lama memang tidak dapat memanfaatkan kecepatan transfer baru yang hampir 10 kali lipat, tetapi tes-tes kami membuktikan adanya peningkatan kecepatan hingga 10%.

6. Hardware mana yang selama ini tersedia dan berapa harganya?
Penjualan perangkat USB 3.0 telah dimulai, tetapi masih belum jelas. Saat ini hanya tersedia sebuah chip host-controller – NEC ?PD720200 yang digunakan pada semua mainboard yang tersedia.
Di sini ada 2 pilihan: Menggunakan mainboard baru dengan NEC-controller, seperti Asus P7P55D-E Pro (sekitar 150 Euro, gambar kiri) dan Gigabyte (Seri P55A & 790XTA, 100 Euro ke atas). Namun biasanya mainboard baru juga membutuhkan komponen hardware – CPU atau RAM – yang juga baru (100 Euro ke atas).
Sebagai alternatif tersedia PCIe-card. Pada penutupan redaksi hanya ada beberapa model dan hanya satu yang tersedia: Host-controller USB 3.0 dari Sharkoon (sekitar 40 Euro, 2 x USB 3.0). Sejak pertengahan Desember tersedia card yang sama dari Buffalo, IFC-PCIE2U3 (sekitar 65 Euro) dan U356 dari Asus (sekitar 35 Euro, 2 x USB 3.0, 2 x SATA 3).
Namun semua tidak berguna, bila Anda tidak memiliki perangkat periferial yang sekarang ini masih langka. Sejak akhir November lalu Sharkoon menawarkan SATA QuickPort USB 3.0 (sekitar 50 Euro, gambar pada halaman 42), di mana Anda dapat menggunakan harddisk 2,5 dan 3,5 inci untuk transfer data. Sebelum Natal juga tersedia harddisk eksternal dari Buffalo seri HD-HX (gambar atas) dalam kapasitas 1, 1,5 dan 2 Terabyte (sekitar 190-370 Euro).

7. Di mana tepatnya perbedaan antara USB 2.0 dan 3.0?
Untuk mencapai tingkat kecepatan lebih tinggi pada USB 3.0 semuanya sedikit ditingkatkan: Dalam protokol dicantumkan tingkat kecepatan SuperSpeed dengan transfer data hingga 5 GBit/detik. Untuk itu pin steker ditambah: Bila USB 2.0 cukup dengan 4 pin, untuk USB 3.0 dibutuhkan 5 pin lainnya.
Dengan demikian kabelnya pun harus disesuaikan: Selain yang 2 pasang dari USB 2.0, ada masing-masing sepasang lagi untuk mengirim dan menerima, serta satu untuk power-supply dan massa.
Untuk menempatkan pin baru port dan steker diperluas – kecuali tipe A yang banyak digunakan. Di sini pin tambahan ditempatkan pada bagian belakang, bentuk dasarnya tidak berubah.

8. Hasil tes: USB 3.0 memang bagus
Karena saat ini ?PD720200 satu-satunya yang tersedia, tes kami dilakukan berdasarkan hardware ybs: Di lab CHIP diuji mainboard Asus P7P55D-E Pro, card QuickPort USB 3.0 dari Sharkoon dan Buffalo HD-HXU 3.
Hasilnya mengesankan: Dengan QuickPort dan Buffalo digunakan harddisk SATA terbaru dengan kecepatan maksimal. Tidak ada perbedaan antara SATA dan USB 3.0. Ini berarti performa 4 kali USB 2.0.
Semua lebih cepat bila menggunakan SSD cepat dalam QuickPort: Kecepatan hingga 200 MByte/detik dapat tercapai. Tetapi ada penurunan: Intel X25-MG2 yang kami uji mencapai kecepatan 260 MByte/detik – menurut spesifikasi hingga 640 MBit/detik.
Jelas NEC belum mencapai performa maksimal, chip terhenti pada 200 MByte/detik. Dengan hardware 2.0 dalam port 3.0 ada kejutan positif: Waktu akses lebih singkat dan performa meningkat hingga 10%.
Diagram:
Transfer data terukur

9. Alternatif apa saja yang ada?
Yang belum pindah ke USB 3.0 juga dapat mencapai kecepatan lebih tinggi daripada USB 2.0. Port SATA eksternal semakin banyak digunakan pada PC dan notebook. Dengan eSATA dimungkinkan kecepatan yang sama seperti SATA internal. Dalam prakteknya hingga 300 MByte/detik.
Kelemahan-kelemahan awal eSATA juga sudah hilang (tidak adanya fitur HotPlug dan power-port tambahan). Namun eSATA tidak lebih baik dibanding USB 3.0: Kabelnya kaku dan pendek, tidak ada USB-hub untuk mempermudah pemasangan perangkat.
Alternatif lain adalah Firewire 800, tetapi tidak dapat bersaing dengan eSATA atau USB 3.0. Di atas 120 MByte/detik secara teknis tidak mungkin, hampir tidak ada hardware – kalau pun ada sangat mahal.

10. Siapa yang membutuhkan USB 3.0?
Sebenarnya setiap pengguna, walau tidak segera. Yang terutama menggunakan periferial lambat pada USB-port – misalnya scanner, printer, mouse, keyboard atau webcam – tidak perlu segera pindah ke 3.0. Pada aplikasi ini SuperSpeed tidak menawarkan kelebihan. Namun bila Anda mengcopy data dalam jumlah besar ke harddisk atau flashdisk USB, sebaiknya segera pindah! Pada kecepatan data yang kami ukur hingga 200 MByte/detik saat ini hanya eSATA yang dapat mengimbangi.

 
Leave a comment

Posted by on June 17, 2011 in about me

 

Apa Itu 7 Layer OSI dalam Jaringan ?

Pengantar Model Open Systems Interconnection(OSI)

Model Open Systems Interconnection (OSI) diciptakan oleh International Organization for Standardization (ISO) yang menyediakan kerangka logika terstruktur bagaimana proses komunikasi data berinteraksi melalui jaringan. Standard ini dikembangkan untuk industri komputer agar komputer dapat berkomunikasi pada jaringan yang berbeda secara efisien.

Model Layer OSI

osigroupedlayers.gif

Terdapat 7 layer pada model OSI. Setiap layer bertanggungjawwab secara khusus pada proses komunikasi data. Misal, satu layer bertanggungjawab untuk membentuk koneksi antar perangkat, sementara layer lainnya bertanggungjawab untuk mengoreksi terjadinya “error” selama proses transfer data berlangsung.
Model Layer OSI dibagi dalam dua group: “upper layer” dan “lower layer”. “Upper layer” fokus pada applikasi pengguna dan bagaimana file direpresentasikan di komputer. Untuk Network Engineer, bagian utama yang menjadi perhatiannya adalah pada “lower layer”. Lower layer adalah intisari komunikasi data melalui jaringan aktual.

7 Layer OSI

Model OSI terdiri dari 7 layer :

* Application
* Presentation
* Session
* Transport
* Network
* Data Link
* Physical

Apa yang dilakukan oleh 7 layer OSI ?

osilayer.gif

Ketika data ditransfer melalui jaringan, sebelumnya data tersebut harus melewati ke-tujuh layer dari satu terminal, mulai dari layer aplikasi sampai physical layer, kemudian di sisi penerima, data tersebut melewati layer physical sampai aplikasi. Pada saat data melewati satu layer dari sisi pengirim, maka akan ditambahkan satu “header” sedangkan pada sisi penerima “header” dicopot sesuai dengan layernya.

Model OSI

Tujuan utama penggunaan model OSI adalah untuk membantu desainer jaringan memahami fungsi dari tiap-tiap layer yang berhubungan dengan aliran komunikasi data. Termasuk jenis-jenis protoklol jaringan dan metode transmisi.

Model dibagi menjadi 7 layer, dengan karakteristik dan fungsinya masing-masing. Tiap layer harus dapat berkomunikasi dengan layer di atasnya maupun dibawahnya secara langsung melalui serentetan protokol dan standard.

Model OSI

Keterangan
osilayers_1.gif

Application Layer: Menyediakan jasa untuk aplikasi pengguna. Layer ini bertanggungjawab atas pertukaran informasi antara program komputer, seperti program e-mail, dan service lain yang jalan di jaringan, seperti server printer atau aplikasi komputer lainnya.
osilayers_2.gif

Presentation Layer: Bertanggung jawab bagaimana data dikonversi dan diformat untuk transfer data. Contoh konversi format text ASCII untuk dokumen, .gif dan JPG untuk gambar. Layer ini membentuk kode konversi, translasi data, enkripsi dan konversi.
osilayers_3.gif

Session Layer: Menentukan bagaimana dua terminal menjaga, memelihara dan mengatur koneksi,- bagaimana mereka saling berhubungan satu sama lain. Koneksi di layer ini disebut “session”.
osilayers_4.gif

Transport Layer: Bertanggung jawab membagi data menjadi segmen, menjaga koneksi logika “end-to-end” antar terminal, dan menyediakan penanganan error (error handling).
osilayers_5.gif

Network Layer: Bertanggung jawab menentukan alamat jaringan, menentukan rute yang harus diambil selama perjalanan, dan menjaga antrian trafik di jaringan. Data pada layer ini berbentuk paket.
osilayers_6.gif

Data Link Layer: Menyediakan link untuk data, memaketkannya menjadi frame yang berhubungan dengan “hardware” kemudian diangkut melalui media. komunikasinya dengan kartu jaringan, mengatur komunikasi layer physical antara sistem koneksi dan penanganan error.
osilayers_7.gif

Physical Layer: Bertanggung jawab atas proses data menjadi bit dan mentransfernya melalui media, seperti kabel, dan menjaga koneksi fisik antar sistem.

 
Leave a comment

Posted by on June 9, 2011 in about me

 

Tags:

Pengertian DHCP Server

Pengertian DHCP Server

DHCP merupakan singkatan dari Dinamyc Host Configuration Protocol adalah sebuah layanan yang secara otomatis memberikan nomor IP kepada komputer yang memintanya. komputer yang memberikan nomor IP inilah yang disebut sebagai DHCP server, sedangkan komputer yang melakukan request disebut DHCP Client.

3.2 fungsi DHCP

Seperti yang sudah diterangkan. fungsi DHCP ini adalah dapat memberikan nomor IP secara otomatis kepada komputer yang melakukan request.

3.2 Setting IP

berikut adalah langkah-langkah kerja untuk men setting IP pada DHCP

* masuk ke K Menu
* system
* terminal
* console
* ketikkan perintah dibawah ini pada console

jika keterangan diatas telah muncul maka setting IP kita telah berhasil.

3.3 setting DHCP Conf

langkah-langkah setting DHCP Conf adalah :

* masuk K Menu
* Klik Home
* Ketikkan /etc pada address
* cari file DHCP Conf

setelah DHCP diatas telah selesai dimodifikasi, maka langkah selanjutnya adalah :

* Masuk K Menu
* system
* terminal
* console
* ketikkan perintah berikut :

jika muncul keterangan Yes maka DHCP Server telah berhasil kitta setting

3.4 Command

?$ (kita bertindak sebagai user biasa)

?SU (merubah dari user biasa menjadi root)

?# ifconfig (melihat keseluruhan etherned card)

?# ifconfig eth0 202.134.1.10 (melihat perangkat satu IP)

?# ping 202.134.1.10 (mengetes IP)

?# clear all (membersihkan layer)

?# exit (keluar dari console)

?# service dhcp restart (merestart dhcp server)

?# halt (mematikan system/shut down)

 

 
Leave a comment

Posted by on June 9, 2011 in about me

 

Tags:

Apa Itu DHCP

Apa itu DHCP?
DHCP merupakan singkatan dari Dynamic Host Configuration Protocol.

Apa kegunaan dari DHCP?
Guna dari DHCP sangatlah besar dalam suatu jaringan komputer. DHCP digunakan agar komputer-komputer yang terdapat pada suatu jaringan komputer bisa mengambil konfigurasi (baik itu IP address, DNS address dan lain sebagainya) bagi mereka dari suatu server DHCP. Intinya dengan adanya DHCP maka akan mampu mengurangi pekerjaan dalam mengadministrasi suatu jaringan komputer berbasis IP yang besar. Bayangkan jika suatu jaringan komputer yang terdiri dari 1000 komputer dan Anda harus mengeset IP address pada masing-masing komputer secara manual. Payah bukan?

Tanya Jawab Seputar DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol)

1.

Siapa yang menciptakan DHCP? Bagaimana mereka menciptakan DHCP?
DHCP dibuat dan didesain oleh kelompok kerja Dynamic Host Configuration pada Internet Engineering Task Force (IETF). IETF sendiri merupakan organisasi yang mendefinisikan berbagai macam protokol dalam hubungannya dengan internet. Selanjutnya, definisi dari DHCP itu sendiri dituangkan ke dalam suatu dokumen RFC (Request for Comments) dan kemudian Internet Activities Board (IAB) mengkaji statusnya untuk kemudian menjadi suatu standar di internet. Sampai dengan bulan Maret 1996, status DHCP merupakan suatu Internet Proposed Standard Protocol dan sifatnya Elective. Sementara itu BOOTP saat itu merupakan Internet Draft Standard Protocol dan sifatnya Recommended. Untuk melihat lebih jauh mengenai standarisasi internet pada saat itu, silakan akses atau baca RFC1920.
2. Bagaimana perbedaannya DHCP dibandingkan dengan BOOTP dan RARP?
DHCP berbasiskan pada BOOTP dan masih kompatibel dengan teknologi sebelumnya. Perbedaan utamanya adalah BOOTP didesain untuk manual pre-configuration dari informasi host di dalam suatu server database, sementara itu DHCP digunakan untuk memberi alokasi alamat jaringan secara dinamis dan juga konfigurasi penting lainnya bagi host-host yang baru bergabung ke dalam jaringan. Sebagai tambahan, DHCP membolehkan suatu metode recovery dan juga relokasi dari suatu alamat jaringan melalui suatu mekanisme leasing.RARP merupakan suatu protokol yang digunakan oleh Sun dan vendor lainnya yang mana membolehkan suatu komputer untuk mencari nomor IP-nya sendiri, yang mana salah satu parameter-parameter protokol diberikan ke client system dengan DHCP atau BOOTP. RARP tidak mendukung parameter-parameter lainnya dan menggunakannya. Sebuah server hanya mampu untuk melayani LAN tunggal. Sementara itu DHCP dan BOOTP didesain agar mereka bisa di-route pada jaringan.
3.

Bagaimana jika alamat IP pada client diberikan secara otomatis tanpa menggunakan DHCP server?
Secara teoritis hal ini sangat mungkin, dimana suatu client atau komputer bisa mengambil sembarang IP address bagi dia sendiri dan kemudian mem-broadcast suatu request kepada komputer-komputer lainnya untuk melihat apakah alamat IP tersebut sudah digunakan atau belum. Appletalk didesain dengan ide seperti itu dan MacTCP pada Apple bisa dikonfigurasi seperti hal tersebut. Namun demikian, metode alokasi IP seperti itu memiliki beberapa kelemahan, yaitu:
1.

Komputer yang memerlukan IP address permanen bisa saja dimatikan dan hal itu membuatnya kehilangan IP address nya dan IP address tersebut bisa digunakan oleh komputer lainnya. Ini bisa berakibat pada masalah kesulitan mencari service yang ada pada jaringan dan juga resiko pada masalah keamanan.
2.

Jika pemberikan IP address ini harus diberikan dengan mengikuti suatu range tertentu, maka hal ini akan menimbulkan masalah karena kita harus menentukan range-nya pada masing-masing komputer. Ini akan bisa mengakibatkan terjadinya hidden configuration error dan kesulitan dalam mengganti range-nya di kemudian hari.
4.

Dapatkah DHCP memberi alamat IP ke dalam jaringan secara statis?
Ya. Ini bisa diibaratkan bahwa setiap client di dalam jaringan komputer yang menerapkan DHCP selalu akan menerima IP yang sama selamanya. Ini sangat mungkin diimplementasikan dan menurut dokumen RFC, ini merupakan suatu alokasi alamat secara manual tetapi dilakukan secara tersentralisasi.
5.

Dapatkah suatu client BOOTP melakukan booting dari DHCP server?
Bisa saja selama DHCP server secara spesifik ditulis untuk juga menghandle BOOTP query.
6.

Dapatkah suatu client DHCP melakukan booting dari BOOTP server?
Bisa saja selama client DHCP ditulis secara spesifik untuk menjawab pesan dari suatu BOOTP server.
7.

Bisakah suatu DHCP server menjadi backup bagi DHCP server yang lain?
Anda bisa saja memiliki beberapa DHCP server dalam suatu jaringan. Selama server-server DHCP tersebut identik dan memiliki alokasi yang sama bagi semua client dalam jaringan tersebut, maka apabila salah satu DHCP server mati, data konfigurasi bisa diambil dari server DHCP lain yang masih hidup. Untuk itu diperlukan suatu metode komunikasi server-to-server pada server-server DHCP.
8.

Di mana DHCP didefinisikan?
Anda bisa membaca dokumen RFC1541, RFC1534 dan RFC1533. Untuk membacanya silakan Anda menuju ke http://ds.internic.net/ds/dspg1intdoc.html
9.

Di mana saya bisa baca-baca hal yang lebih luas lagi mengenai DHCP ini?
Silakan Anda ke alamat http://www.bucknell.edu/~droms/dhcp/ atau ke http://info.isoc.org/HMP/PAPER/127/html/paper.html atau seperti biasa, Anda bisa cari di Google atau Yahoo! dengan keyword DHCP tutorial.
10.

Fitur apa saja yang ditawarkan oleh DHCP?
DHCP server mengenal tiga macam jenis alokasi, yaitu:
1.

Manual allocation: dimana administrator server membuat konfigurasi pada server yang mencatat MAC address dari setiap komputer dan untuk setiap MAC address tersebut sudah ditentukan masing-masing IP address-nya.
2.

Automatic allocation: dimana administrator server membuat konfigurasi pada server yang mana hanya mengandung IP address yang nantinya akan diberikan kepada komputer client. Sekali suatu alamat IP terasosiasi dengan suatu MAC address pada komputer, maka ia akan secara permanen diasosiasikan dengan MAC address tersebut sampai administrator server merubahnya secara manual.
3.

Dynamic allocation: hal ini sama halnya seperti automatic allocation, tetapi server akan mencatat status peminjaman IP address (leases) dan akan memberikan alamat IP yang lease-nya sudah expire kepada client DHCP atau komputer yang lainnya.

 
Leave a comment

Posted by on June 9, 2011 in about me

 

Tags:

iPad 2 – Harga dan Spesifikasi iPad 2

iPad 2 – Harga dan Spesifikasi iPad 2, Apple baru saja mengumumkan peluncuran iPad 2 yang merupakan generasi penerus dari ipad yang menjadi salah satu penguasa di tablet pc di dunia dengan menguasai 90% pasar tablet. Seperti halnya dengan berita sebelumnya iPad 2 mempunyai bentuk lebih kecil jika kita bandingankan dengan iPad generasi sebelumnya. iPad 2 mempunyai ketebalan 8,8 milimeter, iPad 2 bukan hanya lebih tipis ketimbang iPad (13,44mm), akan tetapi juga lebih tipis dari iPhone 4 (9,3mm).

iPad 2 Menggunakan prosesor Apple A5 dual-core 1GHz, dan katanya memiliki performa dua kali lebih cepat ketimbang prosesor sebelumnya, Apple A4 single-core 1GHz. Dengan layar LCD 9,7 inci dengan resolusi 1024×768 pixel, iPad 2 juga lebih ringan (1,3 pon) dibandingkan sebelumnya (1,5 pon).

Selain itu Apple juga memberikan kamera di bagian depan tablet serta built-in gyroscope. Sementara sistem operasi iPad 2 sudah diupgrade menjadi iOS 4.3, yang menawarkan performa javascript lebih baik melalui browser Safari-nya.

Dalam peluncurannya ditawarkan ada enam model untuk iPad 2, dengan harga hampir sama seperti iPad. Kita tunggu saja Harga iPad 2 di Indonesia, lebih mahal atau malah lebih murah, kita lihat saja nanti kehadiran generasi terbaru dari iPad ini ke tanah air.

Model :
– Wi-Fi
– Wi-Fi + 3G

Ukuran :
– Tinggi: 9,50 inch (241,2 mm)
– Lebar: 7,31 inch (185,7 mm)
– Ketebalan: 0,34 inch (8,8 mm)
– Berat: 1,33 pounds (601 g) Wi-Fi, 1.34 pounds (607 g) 3G

Storage :
– 16GB
– 32GB
– 64GB

Konektivitas :
– Wi-Fi (802.11a/b/g/n)
– Bluetooth 2.1 + EDR technology
– Wi-Fi + 3G model: UMTS/HSDPA/HSUPA (850, 900, 1900, 2100 MHz); GSM/EDGE (850, 900, 1800, 1900 MHz)
– Wi-Fi + 3G for Verizon model: CDMA EV-DO Rev. A (800, 1900 MHz)

Layar :
– 9,7 inch (diagonal) LED-backlit glossy widescreen Multi-Touch display with IPS technology
– 1024-by-768-pixel resolution at 132 pixels per inch (ppi)
– Fingerprint-resistant oleophobic coating
– Support for display of multiple languages and characters simultaneously

Chip :
– 1GHz dual-core Apple A5 custom-designed, high-performance, low-power system-on-a-chip

Kamera, Foto dan Video Recording :
– Kamera Belakang (resolusi belum disebutkan) : Video recording, HD (720p) up to 30 frames per second with audio; still camera with 5x digital zoom
– Kamera Depan: Video recording, VGA up to 30 frames per second with audio; VGA-quality still camera
– Photo and video geotagging over Wi-Fi

Baterai :
– Wi-Fi
– Built-in 25-watt-hour rechargeable lithium-polymer battery
– Sampai 10 jam akses web di Wi-Fi, lihat video, atau mendengar musik
– Charging via power adapter or USB to computer system

3G :
– Built-in 25-watt-hour rechargeable lithium-polymer battery
– Sampai 10 jam akses web di Wi-Fi, lihat video, atau mendengar musik
– Sampai 9 jam akses web memakai jaringan data 3G
– Charging via power adapter or USB to computer system

Input/Output :
– 30-pin dock connector port
– 3.5-mm stereo headphone minijack
– Built-in speaker
– Microphone
– Micro-SIM card tray (Wi-Fi + 3G model)

Sensor :
– Three-axis gyro
– Accelerometer
– Ambient light sensor

Location :
– Wi-Fi
– Digital compass
– Assisted GPS (3G only)
– Cellular (3G only)

Audio Playback :
– Frequency response: 20Hz to 20,000Hz
– Audio formats supported: HE-AAC (V1 and V2), AAC (8 to 320 Kbps), Protected AAC (from iTunes Store), MP3 (8 to 320 Kbps), MP3 VBR, Audible (formats 2, 3, and 4, Audible Enhanced Audio, AAX, and AAX+), Apple Lossless, AIFF, and WAV
– User-configurable maximum volume limit
– Dolby Digital 5.1 surround sound pass-through with Apple Digital AV Adapter (sold separately)

TV & Video :
– Video mirroring and video out support: Up to 1080p with Apple Digital AV Adapter or Apple VGA Adapter (cables sold separately)
– Video out support at 576p and 480p with Apple Component AV Cable; 576i and 480i with Apple Composite AV Cable
– Video formats supported: H.264 video up to 720p, 30 frames per second, Main Profile level 3.1 with AAC-LC audio up to 160 Kbps, 48kHz, stereo audio in .m4v, .mp4, and .mov file formats; MPEG-4 video, up to 2.5 Mbps, 640 by 480 pixels, 30 frames per second, Simple Profile with AAC-LC audio up to 160 Kbps per channel, 48kHz, stereo audio in .m4v, .mp4, and .mov file formats; Motion JPEG (M-JPEG) up to 35 Mbps, 1280 by 720 pixels, 30 frames per second, audio in ulaw, PCM stereo audio in .avi file format
Price
– iPad2 wifi 16GB :6.000.000,-
– iPad2 wifi 32GB :7.000.000,-
– iPad2 wifi 64GB :8.000.000,-
– iPad2 3G 16GB :7.200.000,-
– iPad2 3G 32GB :8.200.000,-
– iPad2 3G 64GB :9.200.000,-

 
Leave a comment

Posted by on June 5, 2011 in about me

 

Tags:

Mobile Networking Part-2 (Mobile Device)

Pager
• receive only
• tiny displays
• simple text messages
PDA
• graphical displays
• character recognition
• simplified WWW
PDA
• graphical displays
• character recognition
• simplified WWW

Mobile Ecosystem
Network Mobile Operator /PAN/WAN —> Platform OS, Silicon —-> Device OEM/ODM —> Solutions ISV / IHV —> Intergration Services
SI, SP —> Channels Distributors

Mobile operating system :
1.The main software to manage and control
hardware and software directly.
2.Responsible for operating the various functions
and features available in mobile devices.
3.Besides functioning to control the hardware
resources and software, operating system also
controls so all applications can run stable and
consistent.
4.Another advantage of the mobile phone OS is to
have more freedom to download additional
applications that are not provided by the phone
vendors.

 
Leave a comment

Posted by on June 4, 2011 in about me